Penjual Vaksin Palsu Ini Punya Rumah Mewah di Depok
Vaksin palsu sedang ramai dibicarakan diseluruh rumah sakit terutama daerah Bekasi. Bagaimana tidak, dampak yang ditimbulkan begitu berbahaya dalam beberapa tahun kedepan. Untuk saat ini memang belum diketahui pasti tanda - tanda orang yang terkena vaksin palsu itu seperti apa, akan tetapi dalam beberapa tahun kedepan apa kita mau kalau menerima dampak negatifnya? Tentu saja tidak bukan. Oleh karena itu kali ini saya ingin membahas tentang seorang yang menjual Vaksin palsu ternyata mempunyai rumah mewah di daerah Depok. Hebat sekali bukan.. Saluutttttt....
Mari kita lanjutkan membaca artikel berita yang satu ini yukk :
Puluhan orang tua korban vaksin palsu bersama Komisi untuk orang hilang dan korban tidak kekerasan, menggelar aksi damai, di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, 20 Juli 2016. Dalam aksi damai ini mereka mendesak pihak Rumah Sakit Harapan Bunda bertanggung jawab atas penyebaran, pembiaran dan pemberian vaksin palsu terhadap anak - anak yang menjadi korban dan menuntut segera melakukan vaksinasi ulang.
Baca Juga : Hmmmm... Nenek Ini Merusak Lukisan Senilai 1 M, Karena Disangka TTS
Depok - Rumah tersangka penjual vaksin palsu, M Syahrul Munir, di perumahan Rivaria Blok H4 nomor 2 RT : 3 RW : 13 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, ternyata termasuk paling megah di bloknya. Namun, rumah tiga lantai tersebut terlihat sepi pada Kamis 21 Juli 2016.
Tetangga Syahrul, Uyik Hari, mengatakan rumah tetangganya itu memang sudah sepi sejak sebelum lebaran. Soalnya, pemilik rumah ditetapkan menjadi tersangka sepekan sebelum Idul Fitri, 6 Juli 2016. "Tinggal istri sama seorang anaknya. Istrinya bekerja di RSUD Depok, yang juga sambil kuliah," kata Uyik, Kamis 21 Juli 2016. " Warga kaget begitu tahu Syahrul ditetapkan jadi tersangka."
Baca Juga : Sinetron Anak Jalanan Dikecam, Menjadikan Masjid Sebagai PanggungYang lebih menarik lagi, Syahrul tidak berusaha menutupi kasus yang menimpanya. Bahkan, saat diburu polisi, Syahrul sudah terlebih dahulu mengkonfirmasi kasus yang membelitnya kepada warga di kompleks perumahan itu. "Dia mengaku di grup Whatsapp bapak - bapak warga Perumahan Rivaria, kalau dia sedang terlibat kasus vaksin palsu," ujar Uyik.
Karena melihat kesehariannya yang dan pendiam, warga awalnya tidak percaya Syahrul terlibat distribusi vaksin palsu. Di Kompleks perumahan itu, Syahrul dipercaya sebagai bendahara RT, oleh warga. "Warga mengira hoax awalnya, informasi itu,"ujar Uyik.
Baca Juga : Hati - Hati Aplikasi Pokemon Go Palsu Berkeliaran Di Play Store
Selama tiga tahun tinggal di Kompleks itu, Syahrul telah dua kali pindah rumah, tapi masih dilingkungan komplek Rivaria. Rumahnya megahnya di Blok H baru selesai direnovasi. "Warga prihatin. Tapi kami akan tetap menerima bila dia kembali, setelah dibebaskan," ujar Uyik.
Sungguh tega sekali orang yang membuat vaksin palsu itu, untuk kesehatan aja kenapa harus di palsukan coba??? Apa supaya pasien itu balik lagi kerumah sakit itu? dan ingin mempunyai penghasilan yang besar? Uang memang membutakan kita dalam segala hal. Berbuat jujur itu lebih berkah di bandingkan kita harus berbohong. Selamat Malam..
Baca terus artikel Merpatitempur.com dan dapatkan informasi mengenai Berita terbaru, Biodata Artis, Kesehatan, Android, K-Drama dan masih banyak lagi. Lihat di bawah yang ingin anda baca... Terima kasih..


0 komentar:
Posting Komentar
KOMENTAR SPAM dan LIVE LINK AKAN DIHAPUS ADMIN...!!!